Untuk Yang Memberiku Darah

 

Untuk Yang Memberiku Darah (Eta Wardana)

Api di lidahku
Pisau pada celah gigiku
Batu berderak di antara jemari tanganku
dan benci, ah, betapa palsunya benci
maju untuk mencabik hatimu jadi kepingan guci

Namun
”Tak apa,”
bahkan pada gelap malam kau berkata
”Tak apa,”
meski kulontarkan maki sepanjang kereta

“Tak mengapa,”
bibirmu miring dalam senyum,
pelukmu memaksa hatiku meranum

“Aku mencintaimu,”
selalu tulus kata-katamu diramu

Sebab kau temukan air di balik kelopak mata
sebab kau tautkan perban usai luka tercipta
sebab kau remukkan kerikil menjadi pasir semata

Di setiap hela napas, ada maaf
untuk bocah tak tahu malu
yang terus merangkak
usai membuatmu hatimu
naik palak

Sragen, 8 Desember 2022

Comments

Adsterra

Popular Posts