Di Bawah Kelabu - #4
Ia meninggalkan lukisan yang ia kerjakan selama hampir setahun di ruang melukis, masih belum terselesaikan. Ia meninggalkan banyak hal, tapi tak ada ucapan perpisahan. Dia menghilang, bagai kabut seusai turunnya hujan.
Dia menghilang, dan aku kehilangan alasan untuk menjadi lebih kuat di musim dingin.
Pemilik café tempat kami bekerja tidak mengetahui apapun. Ada sepucuk surat pengunduran diri di atas mejanya di pagi hari, dan kunci kamar yang dikembalikan. Tulisan tangannya kaku dan rapuh, kemudian ambruk di akhir, seolah ia tak lagi memiliki kekuatan untuk mengakhiri surat pengunduran dirinya. Seolah sesungguhnya ia tidak ingin pergi.
Ketika ia menghilang, aku kehilangan seorang kekasih. Seorang teman. Seorang rekan. Aku kehilangan seseorang yang pernah membuatku hidupku memiliki tujuan.
Pemilik café tempat kami bekerja tidak mengetahui apapun. Ada sepucuk surat pengunduran diri di atas mejanya di pagi hari, dan kunci kamar yang dikembalikan. Tulisan tangannya kaku dan rapuh, kemudian ambruk di akhir, seolah ia tak lagi memiliki kekuatan untuk mengakhiri surat pengunduran dirinya. Seolah sesungguhnya ia tidak ingin pergi.
Ketika ia menghilang, aku kehilangan seorang kekasih. Seorang teman. Seorang rekan. Aku kehilangan seseorang yang pernah membuatku hidupku memiliki tujuan.
Eta Wardana
Comments