Yearround #3: March
Kurasa di akhir Februari kita telah memutuskan, di sinilah titik waktu pengucapan selamat tinggal. Namun berpura-pura tak memiliki waktu, berpura-pura kita bisa berlanjut, kebisuan melebar hingga satu meter jarak terasa lebih memisahkan dari tujuh puluh empat kilometer yang telah familiar.
Hei, Raja, di kemudian tahun aku akan mempertanyakan keputusan kita. Namun kala itu, rasanya tidak ada yang lebih benar selain perpisahan, bukan? Di 2017, bagi kita, tiga tahun telah lebih dari cukup. Selamat tinggal sudah lebih dari cukup.
Meninggalkan Februari, menyapa bulan yang berganti. Kita sama-sama tahu bahwa tidak ada arti untuk mempertahankan ini. Namun di belakang lidah, masih kutahan kata yang seharusnya kita lontarkan.
Berpura-pura tak memiliki waktu, berpura-pura kita bisa berlanjut. Bahkan meski tak ada lagi janji bertemu, kau masih mengucapkan selamat malam untukku.
Hei, Raja. Bagaimana jika momen itu kembali kita ulang?
Eta Wardana
Depok, 23 Juli 2019
Comments