Me & Favorites: December 2018
![]() |
Credit: Kristin Vogt. |
Desember menjadi bulan paling sibuk tahun ini buat saya. Pada bulan Desember kemarin, saya menjadikan salju sebagai tema utama dalam desain bullet journal, namun setelah beberapa hari, saya sama sekali lupa untuk menambahkan ilustrasi salju ke dalam halaman-halaman weekly spread, dan justru malah seenaknya menggambar dedaunan.
Mau bagaimana lagi. Tidak ada musim dingin ataupun salju di Indonesia, dan Desember adalah bulan yang lebih familiar dengan hujan dan angin. Maka inspirasi utama yang saya dapat tetap saja masih dari tumbuh-tumbuhan.
Mengingat betapa sibuknya bulan Desember, catatan suasana hati yang saya buat setiap hari sangat berfluktuasi. Paruh awal bulan Desember saya habiskan untuk menyiapkan bahan-bahan ujian tertulis, yang berlangsung pada minggu ketiga bulan Desember.
Di paruh akhir bulan Desember, saya menghabiskan lebih banyak waktu di rumah untuk menyelesaikan proyek-proyek, yang kebanyakan harus dikumpulkan pada awal bulan Januari.
Namun terlepas dari kesibukan di bulan Desember, saya berhasil untuk menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan rutinitas self-care sederhana seperti menonton film dan membaca buku.
Kemudian, entah kenapa, mungkin berkaitan juga dengan status bulan Desember sebagai penutup tahun, banyak lagu yang saya dengarkan di bulan Desember berasal dari playlist yang sudah beberapa tahun terakhir ini tidak saya sentuh.
Seolah-olah bernostalgia, banyak lagu dari masa-masa SMP dan SMA yang saya dengarkan kembali. Meskipun begitu, ada juga beberapa lagu baru yang saya dengarkan di bulan Desember kemarin.
Berikut adalah daftar hal-hal yang saya nikmati dan alami selama bulan Desember 2018:
FILM/SERIAL
Ada 4 serial yang sempat saya tonton selama bulan Desember, dan dari empat serial tersebut, belum ada saya selesaikan pada akhir bulan Desember. Serial pertama adalah Signal: Choki Mikaiketsu Jiken Sosahan.
Serial drama Jepang ini dibintangi oleh Sakaguchi Kentarou, bercerita tentang dua detektif yang berada di masa yang berbeda (selisih sekitar lima belas tahun). Mereka berkomunikasi melalui walkie talkie untuk membongkar kasus-kasus kejahatan yang pelakunya belum berhasil ditemukan.
Kemudian saya juga menonton dua serial idol survival show Korea yang sudah tamat, Mixnine dan Produce48. Untuk Produce48, sampai akhir bulan Desember saya baru menonton satu episode, dan belum berminat untuk melanjutkan lagi.
Untuk Mixnine, dari 14 episode, saya berhasil menyelesaikan 10 episode pada akhir bulan Desember dan berniat untuk melanjutkan menonton sampai selesai. Mixnine adalah acara survival di mana YG, salah satu perusahaan entertainment terbesar di Korea, berkeliling negeri untuk mencari trainee-trainee berbakat dari perusahaan-perusahaan entertainment lain yang lebih kecil.
Serial berikutnya yang sempat saya tonton episode pertamanya adalah 1 Litre of Tears, drama Jepang lama yang cukup populer. Impresi pertama saya cukup bagus mengenai serial ini, tapi saya belum sempat menonton lebih jauh, karena keburu tertarik untuk menonton salah satu film klasik Jepang lainnya, Memoirs of a Geisha.
Butuh waktu dua hari bagi saya untuk menyelesaikan film ini di antara kesibukan lain. Namun saya merasa cukup puas dengan film satu ini. Saya belajar banyak mengenai kehidupan seorang geisha dan filosofi pekerjaan mereka.
Film lain yang saya tonton di bulan Desember adalah AKB48 Documentary: To be continued dan Detective Conan: Zero The Enforcer. Saya penggemar film dokumentasi AKB48. Film dan serial seperti Mixnine, AKB48 Documentary, Produce48, dan Memoirs of a Geisha sangat menginspirasi saya untuk bekerja lebih keras dalam bidang yang saya suka.
Bahkan Signal: Choki Mikaiketsu Jiken Sosahan juga sebenarnya merupakan drama yang cukup menginspirasi menurut saya, karena memperlihatkan dedikasi para detektif dalam membongkar kasus dan menemukan pelaku kejahatan.
![]() |
Credit: Kaboompics.com |
MUSIK
Seperti yang saya bilang sebelumnya, banyak lagu dari masa SMP dan SMA yang saya dengarkan kembali di bulan Desember. Antara lain EXO - Peter Pan (Chinese Version), Kagamine Rin & Len - World Domination How-To, IA - Lost Time Memory, dan AKB48 - Shonichi.
Entah kenapa, di bulan Desember kemarin, saya sangat ingin bernostalgia dengan lagu-lagu yang sempat menjadi favorit saya sebelumnya.
Selain lagu, saya juga mendengarkan beberapa album dari penyanyi favorit saya. Yang sering saya putar di bulan Desember antara lain Alessia Cara - The Pains of Growing, Stray Kids - I am YOU, DAY6 - UNLOCK, dan GOT7 - & ME Edition .
Saya sering mendengarkan lagu-lagu dari album ini saat sedang belajar untuk ujian kanji atau saat sedang menyalin ulang catatan kuliah.
BUKU
Bulan Desember kemarin, saya membuat resolusi untuk membaca satu bab buku setiap pagi setelah saya bangun dan sebelum mengisi jurnal saya. Buku yang saya pilih sudah saya baca ulang tiga kali sampai saat ini, All the Bright Places.
Buku ini merupakan salah satu buku favorit saya dan sampai sekarang, saya masih belum bosan juga untuk membaca ulang. Selain itu, saya juga menyimpan buku elektronik untuk bisa dibaca dengan ponsel di manapun saya berada.
Buku yang saya pilih adalah The Artist's Way. Saya mendapat rekomendasi buku ini dari channel YouTube Lavendaire yang merupakan salah satu influencer favorit saya dalam komunitas YouTube.
Untuk manga, yang saya baca selama bulan Desember (dan sampai sekarang) adalah Real Clothes, bercerita tentang sepak terjang seorang pegawai department store yang mulanya tidak tertarik pada fashion, namun justru dipindahkan ke bagian fashion dan harus bekerja keras untuk mempelajari fashion agar bisa menjual produk kepada pelanggan.
KELAS ONLINE/PODCAST
Saya perlu menekankan lagi bahwa saya adalah penggemar berat Lavendaire, sehingga podcast yang saya dengarkan selama bulan Desember adalah The Lavendaire's Lifestyle.
Ada tiga episode podcast yang saya dengarkan bulan Desember kemarin, yaitu 094: YouTube and Growing Up on the Internet w/ AmandaLee, 091: Minimalism + Creating Meaningful Content w/ Matt D'Avella, dan 065: How to Stop Feeling Like Shit w/ Andrea Owen.
Bisa dibilang, episode-episode yang saya sebutkan di atas sangat mempengaruhi saya dalam menentukan resolusi saya untuk tahun 2019.
Selain podcast, saya juga mengambil kelas online di Coursera, yaitu Creative Writing: The Craft of Plot dan Creative Writing: The Craft of Character.
Saya belum pernah mengambil kelas menulis sebelumnya, dan kelas online gratis ini sangat membuka wawasan saya mengenai dunia penulisan kreatif, yang ternyata tidak sesederhana yang orang-orang pikirkan.
Saya sudah menyelesaikan The Craft of Plot dan masih mengambil The Craft of Character secara rutin. Biasanya saya menonton dua atau tiga video pembelajaran setiap minggu, kadang-kadang jika sedang lowong, bisa lebih dari lima video sekaligus.
Sejauh ini, kelas online ini membuat saya bersemangat untuk kembali menulis fiksi, dan saya tengah mengerjakan proyek pribadi dengan bantuan kelas online ini.
![]() |
Credit: Kaboompics.com |
AKHIR KATA
Secara garis besar, Desember 2018 sebenarnya lebih banyak saya fokuskan untuk hal-hal akademik.
Di bulan-bulan sebelumnya, saya lebih banyak membaca buku daripada menonton film atau mengambil kelas online, namun mengingat saya harus berkutat dengan buku-buku pelajaran dan bahan kuliah selama bulan Desember, saya berusaha untuk mencari media hiburan lain yang agak menjauh dari huruf dan kertas.
Karena itulah serial yang saya tonton lebih banyak daripada buku yang saya baca.
Nah, di bulan Januari, saya ingin untuk agak menjauh dari internet dan barang-barang elektronik. Mengingat di minggu kedua bulan Januari nanti saya berniat untuk pulang ke kampung halaman, rasanya resolusi ini akan mudah tercapai.
Comments