Batas Redup Terang
Melangkah masuklah ke kegelapan
bawa pudar cahaya yang bulan serahkan
Apakah kau lihat jalan, ksatria perang?
Akankah kau temukan jalan, Hai Yang Diberkati Tuhan?
Matamu tinggal serpih debu, tertelan fajar
Mentari takkan datang, siang 'kan kelam
Namun petang takkan disambut, takkan tersebar
Jiwamu mati, sekarat direnggut Raga-Raga Tanpa Hati
Hatimu perih, meledak jadi pecah keping serbuk pasir putih
Melangkah masuklah ke kegelapan
bawa obor terang api sinyal perang
Apakah kau mampu keluar, prajurit awan?
Apakah kau menang pertempuran, Sang Putera Yang Hilang?
(Semarang, 2014
Eta Wardana)
Eta Wardana)