Review Manga: Nanba Atsuko - Tonari no Atashi (Next to Me)

DESCRIPTION:

Tipe: Manga
Volume: 10
Status: Tamat
Tahun terbit: 2008
Pengarang: Nanba Atsuko

Tonari no Atashi

“If it’s okay, from now on, I always want to be by your side.”
Uemura Nina

Membaca sinopsis Tonari no Atashi di situs www.myanimelist.net membuat saya pada awalnya sedikit ragu untuk menyentuh manganya. Tonari no Atashi merupakan sebuah kisah dengan tema yang sering diangkat, tentang seorang remaja laki-laki dan seorang remaja perempuan yang telah hidup bertetangga sepanjang hidup mereka. Seperti plot shoujo manga pada umumnya, Nina, si remaja perempuan, memendam rasa pada Kyousuke, tetangganya yang setahun lebih tua. Namun ketika Kyousuke masuk SMA, ia bertemu dengan Yuiko, yang menjadi manajer tim bisbol di sekolah barunya dan keduanya pun menjadi dekat. Sementara itu, dilanda patah hati, Nina mulai menjauh dan akhirnya jadi dekat dengan teman sekelasnya, Miyake.



Terdengar seperti romansa anak sekolah biasa, ‘kan? Sejujurnya, tidak ada yang istimewa dari Tonari no Atashi, namun semakin lama saya membaca, semakin mendalam konflik yang mengaduk emosi tokoh-tokohnya, dan semakin saya menyadari bahwa di luar tampilan sederhana dan plotnya yang tidak macam-macam, Tonari no Atashi justru adalah shoujou manga terbaik yang pernah saya baca.

Tonari no Atashi menampilkan karakterisasi yang realistis dan pengembangan karakter yang signifikan tanpa terlihat overdosed. Tokoh utamanya, Nina, membuka cerita dengan sifatnya yang naif dan kekanak-kanakan, terlalu dreamy, namun kemudian perlahan berkembang lebih dewasa dan kini hanya menangis di momen-momen yang benar-benar krusial. Tokoh-tokoh lain, baik Kyousuke, Yuiko, maupun Miyake, masing-masing memiliki momen yang membuat kita mengagumi positive trait mereka, tapi juga tak lepas dari negative trait yang terkadang membuat kita kesal. Kita bisa tidak menyukai karakter tertentu dalam serial ini, namun rasanya mustahil untuk benar-benar membenci salah satu dari mereka. Dalam hal perwatakan, Tonari no Atashi memperoleh nilai mendekati sempurna.

Plotnya juga tersusun dengan rapi, secara rutin naik-turun dalam hal konflik, membuat saya sulit sekali untuk berhenti membalik halaman demi halaman. Dalam sekejap saja, saya telah menyelesaikan seluruh volume. Meski ilustrasinya masih dibilang di bawah rata-rata, terutama jika dibandingkan dengan top shoujou manga yang lain seperti Kimi ni Todoke, Ao Haru Ride, Namaikizakari, Kaichou wa Maid-sama, dan lain-lain, Tonari no Atashi berhasil menampilkan panel yang tertata rapi sehingga mudah untuk dibaca.

Overall, saya menempatkan Tonari no Atashi dalam top list saya saat ini.  And I need a sequel! Saya puas dengan akhir yang didapat Nina, tapi saya mengharapkan lebih banyak eksplorasi berkaitan dengan nasib tokoh-tokoh lain. Who will they end up with? Terutama Yuiko, yang sepanjang serial terus terbelah di antara mantan kekasih dan kekasihnya saat ini. I want her to be happy and properly loved!

Adsterra

Popular Posts