Review Book: Jostein Gaarder - Dunia Anna

DESCRIPTION:

Tipe: Novel
Volume: 1
Halaman: 244 halaman
Status: Tamat
Tanggal terbit: Oktober 2014 (oleh Mizan)
ISBN: 9789794338421
Pengarang: Jostein Gaarder

Dunia Anna 
“Kita menghancurkan planet kita sendiri. Kitalah yang telah melakukannya, dan kita sedang melaksanakannya sekarang.”Anna

Berbeda dengan Dunia Sophie, yang kisahnya agak terlalu rumit untuk bisa saya pahami sepenuhnya, Dunia Anna adalah cerita yang lebih sederhana dengan tema pembahasan yang lebih dekat dan familiar dengan kehidupan kita di masa ini, yaitu pemanasan global. Anna, seorang remaja berusia enam belas tahun yang sangat peduli dengan lingkungan, sering bermimpi menjadi seorang anak lain bernama Nova yang hidup di Bumi pada tahun 2082—zaman ketika pemanasan global dan kerusakan alam telah mengubah wajah Bumi sepenuhnya. Berkat mimpi-mimpi itu, Anna semakin bertekad untuk mendirikan klub lingkungan dan mengajak pacarnya, Jonas, untuk ikut serta mencari jalan keluar demi mencegah kerusakan Bumi yang akan terjadi dan berdampak besar pada masa hidup di Nova di tahun 2082.



“Aku cuma bilang kalau aku mau dunia tempat hidupku ini seindah dunia yang Nenek nikmati waktu seumurku. Tahu, kan, kenapa? Karena itu utang kalian pada generasi kami!”Nova

Dunia Anna ditulis dalam bahasa yang mudah dipahami dan ringan untuk dibaca. Plotnya simpel, tidak berbelit, dan mudah untuk diikuti. Saya suka dengan peran Jonas, yang tidak hanya berlaku sebagai sekadar pacar, tapi juga teman diskusi yang ikut menyumbangkan ide-ide bagi rencana Anna untuk menyelamatkan Bumi. Topik pemanasan global memang sering diungkap di media massa tahun-tahun belakangan inia, meski jujur, saya kurang menaruh perhatian pada usaha untuk menanggulanginya. Nah, lewat buku ini, saya kembali diingatkan untuk ikut berjuang menyelamatkan Bumi, tak harus dalam usaha-usaha berskala besar, tapi cukup dengan tindakan-tindakan sederhana.

Berkaitan dengan kesederhanaan plot, kisah Anna dalam buku ini terkesan datar dan tidak memiliki klimaks. Tidak ada misteri yang membuat pembaca tergerak untuk mereka-reka. Kejadian supernatural dalam cerita ini hanya dianggap sebagai angin lalu, sesuatu yang wajar saja terjadi. Dan tanpa adanya konflik, tidak ada pengembangan karakter. Tokoh Anna yang kita jumpai di awal tidak ada bedanya dengan Anna yang akan menemui kita di akhir. It is not necessarily a bad thing for I kind of like Anna’s characters, but still, you can’t call it a novel if there isn’t any development.


Meski begitu, overall, saya menikmati membaca Dunia Anna. Saya menemukan banyak pikiran berharga tertuang dalam kata-kata Jostein Gaarder. Dunia Anna memberikan kesempatan bagi saya untuk sekali lagi memikirkan nasib Bumi untuk ke depannya.

Adsterra

Popular Posts