Review Book: Jessie Burton - The Miniaturist

DESCRIPTION:

Type: Novel
Author: Jessie Burton
Date released: August 26th, 2014
Literary Awards: Specsavers National Book Award for Books Are My Bag New Writer of the Year (2014), Walter Scott Prize Nominee (2015), Goodreads Choice Award Nominee for Historical Fiction (2014), Waterstones Book of the Year (2014)
ISBN: 0062306812

The Miniaturist

“Words are water in this city, Nella. One drop of rumour could drown us.”
—Marin Brandt

Musim gugur tahun 1686, Nella Oortman, seorang gadis berusia 18 tahun, tiba di Amsterdam untuk memulai kehidupan barunya sebagai istri dari pedagang kaya, Johannes Brandt. Namun yang ia jumpai di rumah barunya bukanlah kebaikan dan kelembutan hati Johannes, melainkan sebuah penyambutan dingin dari adik perempuan suaminya, Marin, yang kerap bersikap tajam dan sangat mengkritik pada dirinya. Ditambah lagi, alih-alih menjadi seorang istri, Nella menemui kenyataan bahwa Johannes jarang sekali berada di rumah dan interaksi mereka tidak lebih dari sekadar sapaan selamat pagi dan selamat malam. Johannes bahkan memberikan sebuah miniatur rumah sebagai hadiah dan 'pengalih perhatian' untuk Nella.

Seiring dengan berjalannya cerita, Nella menyadari bahwa rumah suami barunya itu menyimpan serangkaian rahasia. Bermula dari seorang pembuat miniatur yang mulai mengirimkan barang-barang dekorasi untuk miniatur rumah yang tidak Nella pesan, dan tanpa Nella sadari seketika, ternyata barang-barang itu adalah petunjuk untuk membongkar setiap rahasia yang ada di rumah keluarga Brandt.

Dari mana sang pembuat miniatur mengetahui rahasia-rahasia yang disimpan oleh keluarga Brandt? Bagaimana respon Nella ketika satu persatu rahasia itu mulai terkuak? Apa yang akan terjadi begitu semua rahasianya terbongkar?


Jessie Burton menyampaikan kisahnya dalam bahasa yang menawan, ciri khas yang biasa kita temui dalam novel klasik, meski novel ini sendiri terbit di era modern, tahun 2014. Setting yang digambarkan mengagumkan, membangun sebuah kehidupan di abad 17-an di Amsterdam, Belanda, di mana perdagangan Eropa mulai merangsek tanah-tanah yang belum terjamah. Karakter-karakter yang digambarkan melalui ciri khas masing-masing, membuat kita mengetahui dengan cepat bagaimana sifat dasar mereka, namun kurang digali sehingga konflik yang dialami belum terlalu meresap di hati pembaca. Selain itu, karakter Nella yang seharusnya mencerminkan seorang gadis desa yang naif dan kolot, dibangun dengan pandangan dan sikap yang terlalu modern untuk masa itu, di mana feminisme masih belum banyak dieksplorasi.

Akhir yang ditemui para tokohnya membuat sesak, tapi menutup kisah dengan cara yang begitu memesona. Overall, kisah ini sangat worth-reading dan sulit untuk diletakkan kembali begitu saya telah mulai membaca. Sangat disarankan bagi pembaca yang menyukai kisah-kisah tragis di mana masalah utama bukanlah milik sang tokoh utama, melainkan berhubungan dengan tokoh-tokoh lain di sekitarnya juga.

Adsterra

Popular Posts