Review Movie: Control Tower (2011)

DESCRIPTION:

Movie: Control Tower
Romaji: Kanseitou
Japanese: 管制塔
Director: Takahiro Miki
Writer: Takahiro Miki
Producer: Tetsuya Take, Toshimi Fukuda, Tomiji Kajiwara
Cinematographer: Masataka Kato
Release Date: April 9, 2011

http://asianwiki.com/images/4/47/

REVIEW:

Tidak seperti film-film pada umumnya yang menampilkan kisah panjang dengan beragam konflik yang kemudian terselesaikan di akhir ceritanya, Control Tower lebih seperti sebuah cerita pendek, awal dari sebuah kisah yang belum menemui akhirnya. Mungkin bagi sebagian orang, film ini akan terasa tidak memuaskan dan tidak memiliki arti, tapi saya lebih suka menyebutnya sederhana namun well-directed, sangat menginspirasi, dan mengandung pendalaman karakter yang cerdas terlepas dari durasi yang singkat.

Control Tower berfokus sepenuhnya pada Kakeru dan Mii, dua orang yang terisolasi dari lingkungan mereka karena itulah yang mereka pilih untuk diri mereka sendiri. Keduanya menganggap bahwa teman-teman sekelas mereka kekanak-kanakan dan tidak menarik, sementara orang dewasa membosankan dan tidak layak diberi perhatian. Kakeru senang mengenakan earphone kemana-mana, meski sedang tidak mendengarkan lagu, hanya menggunakannya untuk meredam suara-suara di sekitarnya dan sebagai alasan untuk tidak mengacuhkan orang lain. Sementara Mii, yang sering pindah tempat tinggal dan sekolah mengikuti ayahnya yang sedang dikejar penagih hutang, menolak untuk berinteraksi dengan teman-temana sekelasnya, yang kemudian membuatnya dimusuhi oleh anak-anak lain.

Pertemuan mereka dramatis; Kakeru sedang menghindari kelas dan memutuskan untuk tiduran di aula sekolah, namun tiba-tiba sebuah pesawat terbang kertas melintas di atas kepalanya. Ketika ia bangkit untuk memeriksa, dilihatnya Mii berada di lantai dua, tersenyum padanya. Hubungan yang terjalin di antara mereka kemudian diprakarsai oleh Mii, yang meski tidak pernah berbicara dengan orang lain di kelas, ternyata justru sangat cerewet dan tidak pernah menyerah untuk mengajak Kakeru bicara di luar kelas.

Mii menyukai musik dan pandai bermain piano, tapi ia tidak memiliki piano di rumah. Lewat ayah Kakeru, ia berhasil meminjam piano elektrik, lalu mengajak Kakeru untuk membentuk sebuah band dan mengikuti kompetisi mencipta lagu orisinal. Mereka menghabiskan lebih banyak waktu bersama dan mulai berbagi tentang banyak hal. Hubungan keduanya makin dekat.

Di kota mereka, ada sebuah menara pengawas (control tower) yang mereka kunjungi suatu hari. Di depan menara tersebut, keduanya membicarakan keinginan masing-masing; Mii ingin tetap tinggal di satu tempat, lelah berpindah-pindah mengikuti ayahnya, sementara Kakeru justru merasa iri pada Mii yang bisa melihat banyak tempat baru, karena ia sendiri tidak akan pernah bisa meninggalkan kota kelahirannya.

Di akhir kisah, Mii pindah. Tanpa salam, tanpa perpisahan. Kakeru tetap mengirimkan lagu buatannya ke kompetisi itu, menyertakan pesan untuk Mii dan lirik yang juga berhubungan dengan Mii. Meski tak ada informasi apapun yang memberitahu tentang apa yang terjadi pada mereka selanjutnya, saya merasa puas dengan film satu ini. Film ini seolah-olah mengatakan, Banyak hal bisa merubah hidupmu. Bahkan sebuah persahabatan singkat bisa menentukan jadi orang seperti apa engkau selanjutnya. Bahkan sebuah interaksi sederhana dengan seseorang yang tidak akan kau temui lagi nantinya bisa menjadi hal paling penting dalam hidupmu selanjutnya.


Kelebihan film ini adalah kemampuannya untuk menggambarkan karakter kedua tokoh utama tanpa banyak cakap, tanpa diperlukannya banyak konflik untuk menarik keluar sifat-sifat mereka. Jalinan yang mengikat Kakeru dan Mii juga meninggalkan banyak kesan, meski persahabatan mereka tidak berlangsung lama dan sebenarnya tidak banyak memberi perubahan pada rutinitas mereka. Meski begitu, bukan berarti tidak ada yang berubah. Meski Mii pindah dan Kakeru kembali sendirian, kisah keduanya tak akan berlanjut sama dengan sebelumnya. Keduanya telah memberi satu sama lain sebuah alasan untuk berubah, untuk kembali menyongsong masa depan.

Film ini juga, menurut saya, merupakan sebuah film yang membuat saya menyadari betapa bagusnya kemampuan akting Yamazaki Kento sesungguhnya. I've watched several movies featuring him, but this is the first time I really adore his acting. He is incredible in this!

Comments

Mamat said…
Dikit tp nyesek

Adsterra

Popular Posts