Review Movie: 17 Again (2009)

DESCRIPTION:

17 Again adalah sebuah film komedi Amerika yang disutradarai oleh Burr Steers. Film ini dikeluarkan pada tahun 2009, dengan Zac Efron sebagai pemeran utamanya.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/e/e1/

REVIEW:

Antara mimpi dan cinta, mana yang harus dipilih?

Pertanyaan itulah yang menjadi inti dari film komedi romansa satu ini. Di masa SMA, Mike O’Donnell (diperankan oleh Zac Efron di usia tujuh belas tahun, dan Matthew Perry di usia tiga puluh tujuh tahun) adalah seseorang yang memiliki masa depan cerah. Ia punya bakat dalam basket dan telah diamati oleh para pencari bakat. Ia populer dan punya kekasih yang cantik jelita. Namun dalam salah satu pertandingan paling penting dalam karir basketnya, Scarlet Porter (diperankan oleh Allison Miller di usia tujuh belas tahun, oleh Leslie Mann di usia tiga puluh tujuh tahun), sang kekasih, memberitahunya tentang kehamilannya. Sontak, hanya beberapa saat setelah pertandingan dimulai, Mike membuat sebuah keputusan besar: ia melepaskan harapannya untuk masuk universitas dan menjadi pemain basket profesional demi menjadi seorang ayah dan suami bagi Scarlet.

Dua puluh tahun kemudian berlalu dan sepertinya Mike menyesali keputusan itu. Muak dengan keluhan-keluhan yang kerap dilontarkan oleh suaminya, Scarlet mengajukan tuntutan perceraian. Tak hanya itu, kedua anaknya, Margaret “Maggie” O’Donnell (diperankan oleh Michelle Trachtenberg) dan Alexander “Alex” O’Donnell (diperankan oleh Sterling Knight) menganggapnya tidak berguna dan tidak mau berurusan dengannya. Ditambah lagi, dikarenakan ia tidak memiliki pendidikan yang cukup dan terlalu tua dibandingkan rekan-rekan kerjanya, promosi yang seharusnya Mike dapatkan, meluncur lepas dari genggaman.

Di tengah segala masalah yang menumpuk, tiba-tiba hadir seorang petugas cleaning service misterius yang mengubah hidup Mike, membawanya kembali ke tubuhnya pada usia 17 tahun, memberikan kesempatan bagi Mike untuk memperoleh kembali masa jayanya di SMA.

Namun apakah perubahannya itu bertujuan untuk membuatnya mendapatkan kembali kesempatan untuk menjadi pemain basket profesional dan memperoleh masa depan yang cerah dan diimpikannya? Adakah tujuan lain di balik perubahan itu? Apalagi dengan putri sulungnya, Maggie, yang berkencan dengan kapten tim basket Stan (diperankan oleh Hunter Parrish) yang senang mem-bully Alex, adik Maggie sendiri. Juga kenyataan bahwa Scarlet ingin memulai hidup baru dengan lelaki yang baru usai perceraian.


Film ini tidak semata-mata tentang cinta. Ada banyak pesan yang tersimpan di dalamnya, yang juga patut untuk diteladani oleh generasi muda zaman sekarang, semisal tentang sex before marriage, cinta buta, bullying, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Kisahnya ditampilkan dengan humor dan momen-momen manis yang membuat terharu.

Dari kisah Alex, korban bullying yang sebenarnya jago bermain basket namun tak pernah memiliki keberanian untuk bergabung dengan tim basket dan menunjukkan kemampuannya, kita belajar untuk mengenali potensi diri sendiri, tidak takut bermimpi, dan menjadi lebih percaya diri.

Dari kisah Maggie, yang hampir melepaskan kesempatannya untuk memasuki universitas yang bagus hanya agar bisa tetap bersanding dengan kekasihnya, kita bisa belajar bahwa tidak semua cinta adalah hal yang benar, bahwa kita tidak perlu terburu-buru dalam cinta, karena sebagai remaja, keputusan besar yang harus kita ambil bukan tentang cinta, melainkan tentang hidup dan masa depan.

Dari kisah Ned Gold (diperankan oleh Thomas Lennon), sahabat Mike sejak SMA yang eksentrik namun jenius, kita bisa belajar bahwa di luar sana, ada orang-orang yang bersedia menerima kita apa adanya. Belajarlah untuk menjadi diri sendiri, tidak berpura-pura, dan benar-benar menggarap minat dan bakat kita.

Dari kisah Mike dan Scarlet, kita bisa tahu bahwa cinta sejati itu benar-benar nyata adanya. Bahwa penyesalan adalah sesuatu yang tidak ada gunanya. Bahwa dirimu sendiri adalah penentu dari masa depanmu. Bahwa penderitaan dan kebahagiaan adalah hal yang kita tentukan bagi kita sendiri.


Overall, film ini benar-benar direkomendasikan untuk para remaja yang terjebak di antara kisah cinta masa pubertas dan kegalauan dalam menentukan apa yang ingin kalian lakukan di masa depan. Be brave, guys, and be true to yourself. Apapun yang kalian pilih untuk masa depan, jangan pernah biarkan dirimu menyesalinya nanti.

Comments

Adsterra

Popular Posts