Review Movie: 17 Again (2009)
DESCRIPTION:
17 Again adalah sebuah film komedi Amerika
yang disutradarai oleh Burr Steers. Film ini dikeluarkan pada tahun 2009,
dengan Zac Efron sebagai pemeran
utamanya.

REVIEW:
Antara
mimpi dan cinta, mana yang harus dipilih?
Dua puluh
tahun kemudian berlalu dan sepertinya Mike menyesali keputusan itu. Muak dengan
keluhan-keluhan yang kerap dilontarkan oleh suaminya, Scarlet mengajukan
tuntutan perceraian. Tak hanya itu, kedua anaknya, Margaret “Maggie” O’Donnell (diperankan oleh Michelle Trachtenberg)
dan Alexander “Alex” O’Donnell
(diperankan oleh Sterling Knight) menganggapnya tidak berguna dan tidak mau
berurusan dengannya. Ditambah lagi, dikarenakan ia tidak memiliki pendidikan
yang cukup dan terlalu tua dibandingkan rekan-rekan kerjanya, promosi yang
seharusnya Mike dapatkan, meluncur lepas dari genggaman.
Di tengah
segala masalah yang menumpuk, tiba-tiba hadir seorang petugas cleaning service misterius yang mengubah
hidup Mike, membawanya kembali ke tubuhnya pada usia 17 tahun, memberikan
kesempatan bagi Mike untuk memperoleh kembali masa jayanya di SMA.
Namun apakah
perubahannya itu bertujuan untuk membuatnya mendapatkan kembali kesempatan
untuk menjadi pemain basket profesional dan memperoleh masa depan yang cerah
dan diimpikannya? Adakah tujuan lain di balik perubahan itu? Apalagi dengan
putri sulungnya, Maggie, yang berkencan dengan kapten tim basket Stan (diperankan oleh Hunter Parrish)
yang senang mem-bully Alex, adik
Maggie sendiri. Juga kenyataan bahwa Scarlet ingin memulai hidup baru dengan
lelaki yang baru usai perceraian.
Film ini
tidak semata-mata tentang cinta. Ada banyak pesan yang tersimpan di dalamnya,
yang juga patut untuk diteladani oleh generasi muda zaman sekarang, semisal
tentang sex before marriage, cinta
buta, bullying, dan menumbuhkan rasa
percaya diri. Kisahnya ditampilkan dengan humor dan momen-momen manis yang
membuat terharu.
Dari kisah
Alex, korban bullying yang sebenarnya
jago bermain basket namun tak pernah memiliki keberanian untuk bergabung dengan
tim basket dan menunjukkan kemampuannya, kita belajar untuk mengenali potensi
diri sendiri, tidak takut bermimpi, dan menjadi lebih percaya diri.
Dari kisah
Maggie, yang hampir melepaskan kesempatannya untuk memasuki universitas yang
bagus hanya agar bisa tetap bersanding dengan kekasihnya, kita bisa belajar
bahwa tidak semua cinta adalah hal yang benar, bahwa kita tidak perlu
terburu-buru dalam cinta, karena sebagai remaja, keputusan besar yang harus
kita ambil bukan tentang cinta, melainkan tentang hidup dan masa depan.
Dari kisah
Ned Gold (diperankan oleh Thomas
Lennon), sahabat Mike sejak SMA yang eksentrik namun jenius, kita bisa belajar
bahwa di luar sana, ada orang-orang yang bersedia menerima kita apa adanya. Belajarlah
untuk menjadi diri sendiri, tidak berpura-pura, dan benar-benar menggarap minat
dan bakat kita.
Dari kisah
Mike dan Scarlet, kita bisa tahu bahwa cinta sejati itu benar-benar nyata
adanya. Bahwa penyesalan adalah sesuatu yang tidak ada gunanya. Bahwa dirimu
sendiri adalah penentu dari masa depanmu. Bahwa penderitaan dan kebahagiaan
adalah hal yang kita tentukan bagi kita sendiri.
Overall, film ini benar-benar
direkomendasikan untuk para remaja yang terjebak di antara kisah cinta masa
pubertas dan kegalauan dalam menentukan apa yang ingin kalian lakukan di masa
depan. Be brave, guys, and be true to
yourself. Apapun yang kalian pilih untuk masa depan, jangan pernah biarkan
dirimu menyesalinya nanti.
Comments