Review Anime: Kimi to Boku (2011)
Kimi to Boku (君と僕,
Kau dan Aku) adalah anime yang diadaptasi dari serial manga karya Hotta Kiichi, tentang empat remaja: Asaba Yuuki (CV: Kimura Ryohei), Asaba Yuuta (CV: Uchiyama Kouki), Matsuoka Shun (CV: Toyonaga Toshiyuki),
dan Tsukahara Kaname (CV: Ono
Yuuki). Persahabatan keempat remaja ini bermula dari taman kanak-kanak, dan
lingkaran pertemanan mereka bertambah luas dengan kehadiran seorang murid
blasteran pindahan Tachibana Chizuru (CV:
Irino Miyu).
![]() |
Kimi to Boku (Anime Poster). |
STORY:
Persahabatan
dalam anime ini kental dan menjadi pusat dari tiap kisahnya. Meski telah
bertahun-tahun lamanya berteman, tak jarang keempat remaja ini sering bertikai
tentang hal-hal remeh. Sering pula Kaname menyatakan keberatannya untuk terus
berteman dengan si kembar Asaba yang jahil dan penuh sarkasme, namun selalu
merasa khawatir jika terjadi apa-apa dengan mereka.
Kisah-kisah
mereka dibawakan dengan ringan, sederhana, dan humoris. Tiap episodenya mengangkat tema dan permasalahan yang berbeda. Beberapa kali juga diceritakan kisah mereka selama di taman kanak-kanak.
Cerita cinta yang tak
lepas dari kehidupan para remaja juga ditampilkan dengan cara yang memukau,
sebagian besar berupa quiet love dan fruitless love, yang juga akrab dengan cara
para siswa SMA menyukai seseorang pada umumnya.
SOUNDTRACK:
Baik opening, ending, dan theme song dalam anime ini adalah
lagu-lagu yang menenangkan dan catchy.
Bye
Bye menceritakan tentang dua orang yang dulu pernah dekat dan kemudian
ketika bertemu lagi, menyadari bahwa banyak hal berubah namun masih ingin
berjalan bersama lagi tanpa melupakan kenangan masa lampau. Lagu ini bisa
diartikan sebagai lagu cinta, tetapi juga bisa diterapkan dalam kisah tentang
persahabatan.
Sementara itu,
Nakimushi
(Cengeng) bercerita tentang
seseorang yang merasa dirinya lemah dan tidak pantas untuk mencintai seseorang.
Ia kemudian bertekad untuk menjadi lebih kuat dan meminta pada orang yang
dicintainya untuk menunggu hingga ia bisa menjadi pelindungnya.
Lagu ini bisa
menjadi pesan bagi para remaja untuk tidak terburu-buru dalam cinta, dan untuk
mengubah diri menjadi lebih baik sebelum benar-benar menganggap dirinya layak
untuk mencintai dan melindungi seseorang.
CHARACTERS:
Kimi to Boku diisi dengan karakter-karakter yang
berbeda dengan satu sama lain, membuat mereka mudah untuk dikenali. Kaname
adalah tipe serius yang selalu berusaha untuk tampil dewasa di depan
teman-temannya. Namun usahanya itu selalu dijadikan lelucon oleh si kembar
Asaba, Yuuki dan Yuuta, yang memang senang menggodanya.
Ketika Kaname mulai
naik darah, si lembut hati Shun akan menenangkan dan meredakan pertengkaran
mereka. Chizuru yang baru memasuki lingkaran persahabatan di SMA, bukannya
membantu Shun, justru malah makin memperparah suasana dengan tingkah lakunya
yang kekanak-kanakan dan kocak juga jahil.
Pengisi suara
masing-masing karakter juga telah melakukan pekerjaan yang patut diapresiasi. Bahkan
ketika wajah tokoh membelakangi penonton sehingga ekspresinya tidak terlihat,
kita masih bisa merasakan emosi mereka dalam suara masing-masing karakter.
ART:
No complain about the art. Kimi to Boku terkenal
dengan kesederhanaan animasinya dan emosi yang dituangkan dengan rapi dalam
tiap garisnya.
Berikut adalah
still moments yang saya ambil dari beberapa episodenya.
OVERALL:
Kimi to Boku adalah anime yang cocok untuk
ditonton ketika hati sedang gundah dan benak menginginkan sesuatu yang
sederhana namun penuh arti untuk dicerna.
Comments